Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang tak sekadar menjadi panggung kompetisi seni baca Al-Qur’an. Masyarakat dan para tamu yang datang ke Jawa Tengah juga akan disuguhi beragam kegiatan seni, budaya, wisata, hingga ekonomi kreatif.
Semarang – Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang tak sekadar menjadi panggung kompetisi seni baca Al-Qur’an. Masyarakat dan para tamu yang datang ke Jawa Tengah juga akan disuguhi beragam kegiatan seni, budaya, wisata, hingga ekonomi kreatif.
Berbagai agenda pendukung tersebut dibahas dalam rapat koordinasi kesiapan MTQ Nasional XXXI di Wisma Perdamaian, Semarang, Selasa (18/8/2026).
Kepala Bagian Kesra Kota Semarang Elly Asmara mengatakan sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk menyambut para kafilah sekaligus mengajak masyarakat ikut merasakan kemeriahan MTQ. Agenda tersebut antara lain Festival Kota Lama pada 4–20 September, wisata religi dan heritage, serta walking tour Kota Semarang.
Semarak MTQ juga akan hadir melalui Mini Dugderan pada 13–18 September, Expo Kaligrafi Nasional dan Internasional, Halal Food Festival di Plaza Simpang Lima, Fashion Show Islami dan Batik Muslim Awards, hingga Lomba Rebana Tingkat Nasional di TBRS.
Tak berhenti di sana, Festival Rebana Nasional dan berbagai pertunjukan budaya turut disiapkan sebagai bagian dari rangkaian syiar dan penyambutan MTQ Nasional XXXI.
Dari sisi layanan publik, kesiapan kesehatan juga menjadi perhatian. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Zulfachmi Wahab menyampaikan bahwa layanan kesehatan akan disiapkan secara terpadu, mencakup tenaga medis, sarana dan obat-obatan, pelayanan medis dasar, hingga mitigasi risiko kesehatan bagi peserta, panitia, tamu, dan masyarakat.
Sementara itu, sejumlah aspek teknis seperti layanan peserta, transportasi, publikasi, dan koordinasi lintas sektor masih terus dipercepat. Pemkot Semarang juga mendukung penyambutan kafilah melalui bantuan ratusan peralatan kebersihan untuk masjid.
Dengan rangkaian agenda tersebut, MTQ Nasional XXXI diharapkan tidak hanya menjadi perhelatan bagi para peserta musabaqah, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk menikmati kekayaan seni dan budaya Semarang sekaligus memperkuat syiar Al-Qur’an. (Hilman Najib)
Sumber: lptq.jatengprov.go.id